Selasa, 28 April 2015

Jakarta.

Pakaian tradisional Betawi terdiri dari beberapa jenis, baik untuk pria dan wanita. Orang Betawi kustom pakaian serta pakaian adat yang berlaku di provinsi lain, dipengaruhi oleh budaya atau adat lainnya. Pengaruh ini dapat dilihat dari pakaian tradisional Betawi untuk dipakai sehari-hari dan pakaian pengantin.

Pakaian Sehari -hari Pria Betawi

Pakaian adat Betawi yang digunakan oleh orang-orang Betawi terdiri dari:
  •  Koko (sadariah). Koko dikenakan disebut sadariah. Bentuknya sama dengan koko pada umumnya, biasanya hanya warna solid.
  • Celana batik. Celana batik dipakai celana pendek batik panjang. Dengan warna-warna yang tidak terlalu ramai, biasanya putih, coklat, dan hitam di motifnya.
  • Perekat kain. Kain perekat berbentuk seperti syal yang ditempatkan di samping bahu atau tersampir di leher.
  • PeciCap yang digunakan umumnya beludru hitam yang menjadi ciri khas orang Betawi.
Pakaian Sehari- hari Wanita Betawi

Bagi wanita pakaian adat Betawi yang digunakan sehari-hari terdiri dari:

     Kurung kemeja lengan pendek. Pakaian yang dikenakan kurung memiliki lengan pendek, sering ditambahkan saku di bagian depan dengan warna mencolok.
      Batik sarung. Batik sarung wanita sering memakai Betawi biasanya bermotif geometri dengan warna-warna cerah untuk mencampur dan mencocokkan dengan pakaian kurung digunakan.
     Kerudung. Kerudung digunakan yang dipakai di jilbab wanita Betawi. Warna yang cocok dengan pakaian mereka memakai kawat gigi.




 

Pakaian pengantin Pria Betawi

 
Gaun pengantin Betawi dipengaruhi oleh berbagai adat, di antaranya adalah adat Arab, Cina, Melayu dan Western.Betawi pakaian tradisional yang digunakan untuk pernikahan tradisional laki-laki Betawi disebut Gaun perawatan haji. Pakaian pengantin pria termasuk jubah dan tutup kepala.
Jubah terbuat dari beludru berwarna cerah. Jubah yang terbuat dari kain putih lembut. Sementara tutup kepala terbuat dari sorban yang disebut Alpie. Sebagai pelengkap digunakan syal bermotif dengan benang emas atau manik-manik warna-warna cerah. Agar lebih harmonis, pengantin pria pernikahan Betawi penggunaan tradisional sepatu.Pakaian Pengantin Wanita

 
Pengantin dalam pakaian pengantin tradisional menggunakan tradisional yang disebut Betawi-Betawi besar Rias tidak peduli perhiasan pengantin chinaThe pakaian usang bergaya Cina blus satin dengan berwarna cerah. Bawahan menggunakan disebut rok Kun atau gelap Model mermaid berwarna. Warna yang sering digunakan hati hitam atau merah.
Sebagai pelengkap kepala digunakan kembang api hong goyang dengan motif burung dengan bun palsu, dilengkapi dengan kerudung di wajah. Pada bun dihiasi dengan bunga melati juga membentuk roonje dan sisir. Perhiasan lain yang digunakan adalah kalung lebar, gelang listring, dan manik-manik teratai hiasan dikenakan di dada, dan sandal dengan perahu model yang sebagai alas kaki.


source:

https://ajigunawan.wordpress.com/2013/02/09/pakaian-adat-betawi/

Bangka Belitung

Pakaian wanita tradisional Bangkabelitung

Pakaian wanita tradisional Bangkabelitung adalah kurung pakaian dengan bahan beludru merah yang dilengkapi dengan teratai atau dada tutup dan menggunakan kain tenun cual yang asli Bangka berasal dari Mentor, dengan hiasan kepala yang kita sebut Paksian dan dilengkapi dengan aksesoris:

  •  Bunga cempaka
  •  Bunga goyang
  •  Daun bambu
  •   Kuntum cempaka
  •   pinchers udang
  •   Pagar tenggalung
  •   Sari bulan
  •   Tutup bun atau bunga hong
  •   Kalung
  •   Anting panjang
  •   Gelang
  •   Tertunda ke pinggang
Gaun pengantin ditambah dengan payet atau manik-manik dekoratif dan dilengkapi dengan hiasan Ronce Melati untuk keindahan dan keharuman alami (bukan keharusan


Pakaian pria tradisional Bangkabelitung
Adapun pakaian tradisional laki-laki terdiri dari:
  •      Sebetis robesSash dikenakan di bahu kanan
  •      celana
  •      Tutup kepala seperti sorban (sungkon)
  •      tertunda
  •      Sandal / Sandal Arab

Pakaian pria tradisional berwarna merah dan biasanya beludru dengan manik-manik dekoratif dan bersama-sama dengan pengantin yang dilengkapi dengan Ronce Melati untuk keindahan dan keharuman alami (bukan keharusan)

http://kuraucity87.blogspot.com/p/pakaian-adat-pengantin-babel.html

Senin, 27 April 2015

Bengkulu


 Pakaian Pria tradisional Bengkulu

Pria pakaian adat terdiri dari pakaian, sarung tangan, celana panjang, sepatu dilengkapi dengan tutup kepala dan keris. Mantel dari kain kualitas seperti wol dan sejenisnya, dan biasanya gelap seperti biru hitam atau gelap. Demikian pula, untuk celana yang terbuat dari bahan-bahan dan warna yang sama.


Versi lain dari gugatan itu adalah semacam jaket tertutup beludru hitam, merah gelap atau bertabur biru tua dengan motif bordir atau piring emas. Pada bentuk tergantung dada penutup lidah, ornamen mirip ikat dengan benang emas. Paduan celana terbuat dari beludru dengan taburan gaya, ½ nuansa benang emas juga meskipun tidak selalu dalam warna yang sama dengan jaket.


Sarung dipakai sebagai samping bawah jaket untuk sedikit di atas lutut. Side biasanya dibuat dalam teknik emas atau benang perak songket dan disebut mode segantung gloves.Most pelengkap dari deru kepala memakai songket dari emas atau perak, alas kaki beludru dengan motif emas, pisau belati dan gelang emas di sebelah kanannya tangan.


Pakaian tradisional Perempuan Bengkulu

Mengenakan Pakaian perempuan adat bengkulu kurung baju lengan panjang, motif bertabur, emas bordir berbentuk piring bulat seperti koin. Bahan kurung umumnya gaun beludru dalam warna merah gelap, biru tua, ungu atau hitam. Songket sarung emas atau benang perak dalam pencocokan warna sutra adalah perangkat dikenakan pakaian dari pinggang ke pergelangan kaki.
Sehelai sutra satin bordir hem emas, di dada diselempang mundur kembali membentuk huruf V. Perhiasan emas disematkan sebagai mengedit-edit kepala bun, bersama-sama dengan anting ukiran dari emas, yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari kepala bunga goyang dengan cara yang seolah-olah cuping telinga tergantung sisi, dikombinasikan dengan jepit rambut, balon cokonde, dan jumbai kiri dan kanan.
Di dada di atas ujung menggantung ukiran gelamor, multi-lapisan dalam jumlah besar, menurun ke daerah pinggang dikelilingi oleh berurutan tertunda terbuat dari emas. Pergelangan tangan dan jari-jari berputar dengan mandering dan cincin berlian. Sepatu memakai sandal bersulam emas.


Source
http://rejang-lebong.blogspot.com/2011/01/pakaian-adat-pengantin-bengkulu.html 

Minggu, 26 April 2015

Sumatra Selatan

Pakaian adat Sumatera Selatan, jika kita perhatikan, layu memeilik unsur yang sangat kuat. Jas topi bordir emas, dikombinasikan dengan songket, celana dan ikat kepala yang disebut tari pose (untuk pria). Adapun wanita, menggunakan kebaya sebagai yang modern, songket dan digunakan sebagai selubung atau bawahan dan scarves.Besides pakaian adat juga ditambah pernak pernik dihiasi dengan aksesoris yang termasuk Lotus Emas, Kalung Tapak Jajo atau Kebe Nungga, Gelang Kano, Sempuru Gelang, Gelang Bermato atau gandik, Goyang Bunga Cempako, Suri, Bunga Ure. Bahkan tidak hanya itu. Telinga pemakainya juga dipasang sumping kertas bungo, serta Tanjak membuat tutup kepala untuk pria. Tentu saja ada banyak lagi hiasan lain yang digunakan sebagai pemanis dan keindahan pakaian.Jika pernah kita mendengar dongeng kejayaan Nusantara lama, sesunggungnya bukanla fiksi belaka atau mitos. Negara ini, Indonesia, memiliki sejarah kemenangan dan zaman keemasan panjang dan bergantian, menghias dan memberikan setiap pola pada budaya di masing-masing daerah dengan unik dan setiap cerita. Salah satunya tercermin dalam pakaian tradisional kita, seperti kebesaran dan keagungan pakaian adat Sumatera Selatan glamor dan elegan.

SOURCE

https://rumahradhen.wordpress.com/kota-bari/pernikahan-adat-palembang/
http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/998/pakaian-adat-sumatra-selatan

Lampung


Gaun tradisional Carnaval perempuan lampung


Pakaian adat Daratan Lmpung


Pakaian adat Lampung Pesisir


Wanita memakai pakaian lampung

 
• kebaya (kebayou) terbuat dari beludru dengan motif sulaman benang emas dan kesenjangan (atau cawol) yang terbuat dari kain filter dipangkas dengan sulaman benang emas dengan siger dekoratif


• siger dikenakan aksesoris yang terbuat dari pelat kuningan dengan karangan bunga dihiasi. Siger ini berlekuk jari yang tajam, nomor sembilan lekukan di depan dan di belakang (siger Tarub) di setiap lekukan yang hiasan bunga hijau dari kuningan (ara tumbuh). Pada puncak ada bulan siger hiasan serenja atau bunga hias yang menyerupai mahkota nomor 1-3 buah yang memiliki kurva tajam beruji dan bagian atasnya dihiasi dengan bunga-bunga.

 • Badan pengantin ditutupi lagi dengan sesapur, kemeja berwarna yaitu kurung putih, kemeja ini tidak berurutan pada sisinya dan di tepi bawah dihiasi dengan koin perak yang tergantung berurutan (Rambai ringgit). Kain yang digunakan adalah dewo kain filter Sanow (filter dewasana kain). Kain ini terbuat dari bahan katun dengan motif tumpal emas bordir atau rebung.

 • Pinggang pengantin bulu dilingkari serti atau sabuk serupa yang dibuat dari kain beludru merah berlapis. Berhiasakan para petinggi dalam bentuk bulatan kecil. Di bawah serti bulu dikenakan pending, sabuk yaitu uang ringgitan Ratu Belanda di puncak bergambar Wihelmina. 

• aksesoris lainnya adalah Mulan temanggal atau kalung berbentuk tanduk tanpa motif yang terbuat dari kuningan, uang Arab tergantung di atas dinar di sesapur tepat di atas perut yang berhubungan dengan penitik, maka buah ini berbentuk ornamen jukum buah kecil di kain yang dirakit menjadi karangan bunga kalung dan menggunakan melingkar dari bahu ke perut ke belakang, serta gelang burung dikenakan di bahu atau di lengan, di atas bebe terpaku, yang kain halus bordir dengan lubang dan kana gelang dipakai di lengan atas dan bawah.Pakaian yang dikenakan laki-laki Lampung

• laki-laki mengenakan kopiyah mas sebagai mahkota, putaran dengan ujung dari beruji tajam. Bahan itu sendiri terbuat dari kuningan dengan karangan bunga hia
s


.• Badan sesapur pengantin ditutupi dengan lengan panjang putih. Bagian bawah ditutupi dengan celana warna yang sama dengan warna baju

 • Pada pinggang disulam dengan benang emas dibungkus penyaring penuh diikat dengan pending, dada termasuk syal sutra disulam dengan benang emas membentuk salib limar

.• Item lainnya yang menghiasi pengantin pria sama seperti yang dipakai oleh pengantin wanita.
SOURCE
http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/956/kain-tapis-kawai-dan-lawai-kurung
http://www.hotellampung.net/wedding-di-lampung/

http://www.indonesiakaya.comhttp://www.indonesiakaya.com

Kamis, 23 April 2015

Jambi

Melayu Jambi adalah sebutan untuk orang Melayu yang mendiami daerah sepanjang sungai Batang Hari, Provinsi Jambi.

Pada wanita berpakaian sehari-hari pada awalnya hanya dikenal dengan kain dan tanpa lengan shirt.While pria memakai celana setengah segmen yang melebar di betis dan biasanya berwarna hitam, sehingga gerakan yang lebih fleksibel dalam kegiatan sehari-hari. Pakaian untuk pria ini dilengkapi dengan kopiah sebagai headgearClothes Upacara Pernikahan

Dalam perkembangan selanjutnya dikenal dengan pakaian adat. Pakaian adat lebih mewah dari pakaian sehari-hari dihiasi dengan sulaman benang emas dan penggunaan perhiasan sebagai pelengkap.

A. Pakaian Pria tradisional

 
Pria Melayu Jambi dalam pakaian tradisional memakai track di kepalanya.Lacak terbuat dari: beludru merah dengan kertas tebal untuk membuatnya dalammnya keras. Tutup kepala memiliki dua bagian yang menjulang tinggi, dengan julangan yang lebih tinggi di depan.

 
Sebagai hiasan ada lukisan flora dari daun, tangkai bunga yang akan mekar klan. Tepi sisi kanan diberi runci tali lukisan, yang diimbangi dengan runci bungo penempatan di sebelah kiri. Bunge adalah runci putih dirangkai dengan benang, dapat berupa bunga asli atau replika. Gaunnya disebut lengan panjang kemeja kurung tanggung jawab. Disebut tanggung jawab karena panjangnya hanya sedikit di bawah siku tidak sampai ke pergelangan tangan.
Ini berarti seseorang harus klan gesit cekatan dalam melakukan pekerjaan apapun. Bahannya terbuat dari beludru merah bersulam benang emas. Tengah ada ditaburi bunga atau bunga motif tagapo dan melati bunga, sedangkan tepi termotivasi bunga berurutan atau rebung. Menutupi bagian bawah yang disebut cangge (celana).
Bahan itu dari beludru yang dilengkapi dengan tali sebagai ikat pinggang. Ini adalah adat di Jambi mengenakan sarung songket melilit pinggulnya. Tutup dada disebut dada teratai, karena berbentuk seperti bunga teratai yang menyerupai dipasang melingkar leher kerah. Kedua tangan bahu dihiasi lampu kilat gelang terbuat dari logam dicelup kuning berlukiskan.This naga naga lukisan menyiratkan bahwa seseorang telah memberikan kekuasaan tidak boleh terganggu. Demikian pula dikenakan sling yang melintasi body yang terbuat dari songket warna merah keunguan sebagai sepasang sarung tangan kain dengan klan estafet berurutan bunga. Pinggang dihiasi dengan syal merah muda tipis yang pada akhir lobus-lobus berujung dengan kuning.
Untuk memperkuat pinggang digunakan berupa tertunda rantai dengan sabuk sebagai kepala terbuat dari logam. Fitting lainnya adalah sandal klan keris. Biasanya dimasukkan dalam perut miring ke kanan melambangkan kebesaran serta tindakan pencegahan. Sementara sandal atau sepatu dalam bentuk setengah sepatu berfungsi untuk melindungi kaki saat berjaalan.
B. Pakaian adat Perempuan
 
Pakaian untuk wanita terdiri dari sarung songket dan selendang songket warna merah. Bajunya disebut baju bersulam benang emas tanggung jawab kurung dengan bunga melati motif hias, bunga tagapo, dan rebung.
Tutup disebut pesangkon kepala terbuat dari kain beludru merah dengan kardus batin diberikan sehingga hard.there juga menyebutkan duri pandan karena pada bagian depan tutup kepala yang diberi hiasan logam kuning pandan berduri. Untuk lebih mempercantik bordir emas dengan pecahnya melati bunga.
Kelengkapan pakaian wanita lebih dari yang dipakai oleh laki-laki. Pada wanita mengenakan anting-anting atau antan dengan motif kupu-kupu atau gelang banjar. Kalung terdiri dari tiga jenis, yaitu kalung jejak, Jayo kalung atau gelang dan kalung rantai bertingkat sembilan. Pada jari-jarinya terpasang cincin dan cincin rusa kenyang lintah atau capung.
Jumlah gelang yang digunakan sebagian besar termasuk gelang berkedip setiap lengan bahu dua. Masih ditambah dengan gelang kano, cincin dan gelang buku beban datar. Semua yang di pasang di lengan. Memuat buku khusus bahan gelang berasal dari permata putih. Adapun gelang kaki memakai dan gelang Nago betapo ular melingkar. Disebut demikian karena bentuknya yang menyerupai naga tidur di dongeng klan ular melingkar membentuk bulatan.
Sementara unsur kelengkapan lainnya seperti teratai dada (dada), tertunda dan ikat pinggang (sabuk), syal, dan sandal hampir sama dengan pria usang. Perbedaannya membentuk motif yang lebih besar di dada dan menunggu teratai.



Source
http://pecintabudayajambi.blogspot.com/p/pakaian-adat-jambi.html
http://twicsy.com/i/sXrLoc 

Rabu, 22 April 2015

Riau

Jenis pakain tradisional berdasarkan fungsi

Pakaian Adat Riau
Sumber : http://www.sungaikuantan.com/
Pakaian Adat Riau
Sumber : http://melayuonline.com

Baju sehari-hari
 
Pakaian sehari-hari adalah pakaian yang dikenakan saat melakukan kegiatan sehari-hari, baik untuk bermain, peternakan, perikanan, dan untuk kegiatan di rumah. Berdasarkan tingkat usia pemakainya, yang digunakan dalam pakaian sehari-hari kustom Riau dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan: pakaian anak, pakaian dewasa dan pakaian orang tua. Pakaian untuk anak-anak laki-laki muda yang biasa disebut baju monyet tersebut. Setelah tumbuh dewasa, anak-anak manusia mulai mengenakan bay pot atau (pakaian ketat musang). Sementara pakaian untuk gadis-gadis muda yang belum dewasa pada umumnya dalam bentuk pakaian kurung dengan pola bunga.


Pakaian Adat Riau 
Sumber : http://www.busanaadat.com/
Pakaian Adat Riau
Sumber : http://www.busanaadat.com/
Untuk pria dewasa pakaian yang dikenakan dalam bentuk kurung pakaian ketat mengorek atau teluk pot tulang belut, yang dilengkapi dengan perekat sarung sesamping dan topi atau ikat kepala. Sementara pakaian yang dikenakan bagi perempuan dalam bentuk pakaian dan anchor kurung, baju kebaya pendek, dan baju kurung belut tulang. Di Riau kustom pakaian yang digunakan oleh laki-laki setengah baya yang disebut dengan pakaian nama sementara kurung tulang belut untuk wanita paruh baya yang pakaiannya Belanga Teluk Kurung, Kebaya Laboh, Baju Kebaya pendek dan umum digunakan untuk bidang serta untuk rumah.

Pakaian Adat Riau
Sumber : http://twicsy.com/
Pakaian Formal

Pakaian formal pakaian yang digunakan pada pertemuan yang diselenggarakan oleh monarki. Pakaian formal untuk pria dibebankan di Riau kemeja kustom Musang Cekak Kurung terbuat dari sutra, satin, atau kain berkualitas tinggi yang dilengkapi dengan topi dan sisi kain yang terbuat dari bahan-bahan seperti kain pilihan dan tenun songket. Sementara pakaian resmi untuk wanita dewasa di Riau adat Laboh and Wear Kebaya Cekak Musang Kurung terbuat dari kain songket atau kain pilihan lain, seperti tenun Siak, Indragiri Tenun dan Tenun Trengganu.

Pakaian Adat Riau
Sumber : http://www.lamriau.org/
Clothing Ceremony
In ancient times only the traditional clothing worn by royal riau Earth Malay region, welcoming guests to the ceremony, the king's coronation ceremony, the inauguration ceremony minister, the royal great-grandfather and grandfather, dust uphold ceremony, reception ceremony grace and acceptance of people and domestic offerings friend . Traditional dress code in Riau divided into several groups: clothing in the wedding, traditional ceremonial dress, clothing wither as the bride and groom, clothing scholars and religious ceremonie.

Pakaian Adat Riau
Sumber : http://www.sayangi.com/

Pakaian Pernikahan Adat Riau


Pakaian adat yang digunakan oleh orang-orang Riau di upacara pernikahan ketat kurung baju kurung musang atau pakaian pot Teluk dilengkapi dengan kain samping bermotif mirip dengan celana dan kemeja, mahkota ikat kepala berbentuk, zat meruncing di bagian depan, dan burung-burung belati hulu terselip serindit singkat di sisi kiri. Gaun pengantin yang dikenakan oleh laki-laki atau Kepulauan Pesisir Melayu dan Daratan Melayu tidak berbeda, kecuali untuk wilayah Lima Koto Kampar baju pengantin berbentuk rok panjang untuk menutup pergelangan kaki, umumnya dikenal sebagai jubah. Sementara pakaian yang dikenakan oleh pengantin memiliki variasi yang beragam tergantung pada kegiatan yang akan dilaksanakan. Pengantin dalam upacara Malam Berinai mengenakan Baju Kurung Teluk Belanga. Sementara upacara mengenakan Baju Kurung Barandam atau kebaya Kebaya Pendek. Lain halnya dalam upacara Barandam, gaun pengantin yang dikenakan dalam bentuk Baju Kebaya Kebaya Kurung atau pendek. Kepala diatur dalam roti dan dihiasi dengan bunga-bunga hidup seperti kamboja, melati dan bunga tanjung.



Pakaian Adat Riau

Selasa, 21 April 2015

Sumatra Barat




Busana Wanita tradisional MinangPakaian "Limpapeh Rumah Nan Gadang"


Lambang perempuan Minangkabau disebut "Limpapeh Rumah Nan Gadang". Limpapeh berarti tiang pusat pada bangunan dan fokus semua kekuatan tiang lainnya. Jika pilar sentral ini runtuh, yang lain bergabung tiang runtuh. Dengan kata lain, wanita di Minangkabau tiang kokoh dalam rumah tangga. Pakaian Limpapeh Rumah Nan Gadang tidak sama di setiap desa ". Namun Limpapeh pakaian Rumah Nan Gadang memiliki sifat umum yang kita akan diajukan dalam pap ini.• Batabue Baju (Kaos Bertabur) Studded armor berarti pakaian yang ditaburi dengan benang emas. Tabur emas ini kekayaan alam berarti Minangkabau. Pakaian bertabur benang emas memiliki berbagai macam bermotif makna ragamannya masyarakat Minangkabau namun masih tetap dalam wadah Minangkabau tradisional.• MinsieMinsie adalah bis tepi pakaian yang diberi benang emas. Memahami minsie ini menunjukkan bahwa demokrasi Minangkabau besar, tetapi dalam batas-batas tertentu dalam alur dan layak.• Tingkuluak (tengkuluk) tengkuluk hiasan kepala wanita berbentuk runcing dan bercabang. Rasa ini Limpapeh Nan Rumah Gadang di Minangkabau tidak harus menegakkan beban atau beban berat.• Flea atau GlovesGloves wanitapun berbagai jenis, beberapa jalur ada bersongket dan ada yang terikat. Sarung untuk menutupi bagian-bagian tertentu mata begitu sopan dan tertib. Tentang struktur sangat dipengaruhi oleh keadaan suatu daerah. Oleh karena itu ada perpecahan dalam di belakang, ada dimuka dan ada diatur belakang.• SalempangUnderstanding terkandung dalam Salempang ini adalah untuk menunjukkan tanggung jawab dari Limpapeh Rumah Nan Tower ke cucu-cucunya dan waspada terhadap segala sesuatu, baik sekarang dan untuk masa depan.• Dukuah (Kalung) Necklace dikenakan oleh Nan Tower House Limpapeh setiap Luhak di desa-desa Minangkabau dan beragam. Ini disebut perada kalung, daraham, tersedak leher, Kaban, manik-manik alabaster dan panyiaram dusun. Hamlet melambangkan bahwa Limpapeh selalu dalam cincin kebenaran, seperti dusun di lehernya. Hamlet juga melambangkan pembentukan solid dan sulit untuk menghidupkan kebenaran. Hal ini dinyatakan "dikisabak dukuah dilihia, bak dipaliang cincin di jari".• Galang (Gelang) Terhadap gelang ini menemukan "cincin Anak galanglah buliah" (ingin gelang cincin yang bisa) ". Ketentuan itu naik lebih dari yang diinginkan. Perhiasan gelang yang melilit tangan dan lengan yang digunakan untuk menjangkau dan melakukan sesuatu. Terhadap gelang ini seperti bahwa segala sesuatu memiliki batas. Terlalu reach tersangkut oleh gelang. Titik dalam melakukan sesuatu harus disesuaikan dengan batas. Menurut ini ada gelang berjenis disebut "girder bapahek, girder ula, maiek kunci, gelagar -Rago Rago, basis selang ". 
Busana Tradisional Pria MinangPakaian pakaian princePrince adalah pakaian kebesaran di Minangkabau dan tidak semua orang bisa memakainya. Selain itu, pakaian yang tidak pakaian sehari-hari dipakai oleh keinginan pangeran, tapi sesuai dengan prosedur yang digariskan oleh adat. Pakaian pangeran adalah seperangkat pakaian terdiri dari• headbandDeta atau ikat kepala adalah tutup kepala atau hiasan kepala tutup kepala bila dilihat dalam bentuk beberapa bagian juga dibagi menurut pemakainya, wilayah dan posisi.

 • ClothesPrince pakaian hitam sebagai tanda kepemimpinan. Black bear Tapo, tahan (tahan tempa hitam, mencuci putih tahan) Putiah sasah. Dengan arti umpat dan pujian hal yang harus diterima oleh seorang pemimpin 

• SarawaTraditional peribahasa tentang sarawa ini mengatakan ukuran kaki celana besar kaki hitam, celana pemimpin besar memiliki ide yang kebesaran dalam memenuhi semua panggilan dan yang harus diikuti dalam kehidupan sosial serta pemangku adat. Kehebatan hanya dibatasi oleh salah satu martabat pangeran, yang murah dan mahal, dengan murah dan mahal pemahaman dan tindakannya di berpatutan tersebut.• Sasampiang (Sesamping) Sasampiang adalah sepotong kain yang digunakan sebagai pakaian teluk pakaian pot. Sesampiang kain warna red biasanya menyatakan seorang pangeran pemberani.• Cawek (Belt) Cawek pangeran dalam pakaian tradisional kain dan kadang-kadang sutra. Panjang dan lebar harus sebanding atau 5-1 hasta dan ujungnya memakai jumbai dan rebung dekorasi. Makna yang terkandung di cawek ini dapat disimpulkan bahwa pangeran harus kompeten dan mampu mengikat keponakan halus dan diam-diam mendapatkan pikirannya.• rasa ClothingThe adalah bahwa pangeran siap untuk menerima keponakan anak-anak yang telah kembali dari keingkarannya dan tunduk pada kebenaran menurut adat. Demikian juga semua lewatkan setiap bidang moral dan material selalu mengambil atau dibayar kembali oleh benar.• KerisPenghoeloe dipersenjatai dengan belati yang dimasukkan di bagian pinggang. Orang yang tidak pangeran, tidak dibenarkan memakai belati; kecuali toko. Keris kebesaran untuk pangeran dan mengandung makna yang mendalam. Penggunaan khusus dengan kelengkapan pakaiannya, berbaring miring ke kiri dan tidak benar untuk sebuah tarikan mudah. Tata letak belati ini menyiratkan bahwa pangeran harus berpikir di muka dan tidak cepat marah dalam menghadapi masalah sesuatu, apalagi bermain kekerasan.


http://id.wikipedia.org/wiki/Busana_tradisional_Sumatera_Barat 
http://sanggarmaligijaya.blogspot.com/
http://akucintanusantaraku.blogspot.com/2014/03/gambar-bajupakaian-adat.html

Sumatra Utara




Utara Sumatera merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia yang provinsi memiliki pakaian yang sangat tradisional beragam. Sumatera utara memiliki enam wilayah suku, yaitu Batak Toba, Pakpak, Karo, Simalungun, Mandailing, Nias, karenanya setiap gaun asli terdiri dari enam jenis beragam pakaian adat yang unik dan berbeda.


 1 Batak Toba


Batak Toba pakaian tentu saja Ulos. Ulos digunakan dalam setiap acara adat, meskipun menggunakan setiap Ulos memiliki aturan sendiri. Ulos itu dapat dikombinasikan dengan pakaian modern, seperti mantel atau dikombinasikan dengan kebaya. Seperti pakaian tradisional Batak Toba, Ulos juga dapat dikombinasikan dengan sortali.


Sortali sendiri adalah ikat kepala yang berfungsi seperti mahkota. Biasanya terbuat dari tembaga berlapis dengan emas, kemudian dibungkus dengan kani merah. Sortali digunakan dalam partai besar. Sortali digunakan pria dan wanita. Tapi sama seperti Ulos, menggunakan sortali tidak sia-sia dan memiliki aturan sendiri.





2. Batak Pakpak


warna dominan dalam mode Pakpak sebagai warna umum adalah gaun hitam Melayu, ditambah dengan variasi warna merah dan putih. Warna ketiga sering disebut "bennang Sitellu rupa" dan diyakini sebagai warna dasar bagi masyarakat Pakpak.


A. Adat Pakpak Pakaian Untuk Pria


1. model melayu PAKAIAN Merapi-APIBaju leher bulat hitam dicap atau dihiasi dengan manik-manik (kebakaran). Jenis kain yang biasa jenis beludru digunakan tetapi baru-baru disesuaikan dengan model terbaru dan jenis kain. Ada beberapa variasi lain yang melekat di leher dan manset merah dan putih.2.-hiasan kepala hiasan kepala-Headdress hiasan kepala tutup kepala adalah, simbol kehormatan dan martabat, dibetuk seperti bahan topikal perbunga mbacang.3. celana TROUSERSBlack, bersama dengan kemeja pada akhirnya ada juga variasi warna merah dan putih. Ukuran umumnya tidak menyentuh jari kaki melainkan dalam posisi tanggung jawab, seperti celana yang digunakan oleh ATIL seni bela diri atau karate.4. sarung tangan (Oles SIDOSDOS) celana hitam kemudian ditutupi oleh sidosdos topikal melingkar dengan ujung depan terbuka.5. BORGOTNecklace terbuat dari emas, emas atau emas murni berlapis perak. Ekonomi sangat tergantung pada kemampuan pemilik atau pengguna. Serial ini diikat dengan benang emas dan di salah satu ujung ada Sitellu seperti gambar liontin kepala kerbau. Rangkaian ini terdiri dari 32 buah6. Sabe-SabeOles Polang-Polang atau pengguna yang memiliki kehadiran yang lebih tinggi topikal Gobar, ditempatkan di bahu kanan kembali ke masa depan terurai. Oles dilipat dan disesuaikan dengan pola topikal.7. REMPU RIARA jenis pisau yang dibungkus sarung diliti atau dilapisi dengan emas atau perak (riar = uang kuno). Terselip di pinggang melalui Rante abak.8. ABAKBelts Rantai dan sebelumnya terbuat dari perak, tetapi juga umum digunakan sarung topikal diikat untuk memperkuat posisi sidosdos topikal dan mempercantik penampilan, dan juga menjelaskan otoritas dan kehadiran.9. UCANGPlaited daun pandan (legging) berbentuk tas dihiasi dengan manik-manik dengan tali yang terbuat dari kain merah. Dapat dilatakkan di bahu kiri, tapi kadang-kadang juga dipegang oleh pengguna.10. TONGKETSticks sering juga disebut tongket balekat, terbuat dari kayu berkualitas tinggi, kepala dan batang terukir dengan Gerga Pakpak. Beberapa buku diikat dengan bahan emas, perak, atau kuningan.


B. Adat Pakpak Pakaian Untuk Wanita

 
1. PAKAIAN Merapi-APIModelleher kemeja segitiga hitam dicap atau dihiasi dengan manik-manik (kebakaran). Jenis kain yang biasa jenis beludru digunakan tetapi baru-baru disesuaikan dengan model terbaru dan jenis kain. Berebda dengan variasi manusia merah dan putih tidak ditemukan, namun sekitar lengan atas adalah manik-manik dengan gambar tampak seperti kepala kerbau. Demikian juga, di ujung lengan. Tombol digunakan pada baju ini dalam bola berongga melingkar dengan ukuran radius 3 cm.2. SARUNG TANGAN (Oles PERDABAITAK) Serupa dengan pria, topikal perdabaitak pinnggang spiral luka pada.3. SAONGHeadgear dibentuk sedemikian rupa dengan topikal Silima gantry. Pada wanita muda membentuk oval dengan sudut runcing mundur, dengan tanda-tanda yang terurai di dahi. Tapi di masa dewasa bentuk yang lebih sederhana dengan tanda-tanda terurai ke belakang.4. wanita LEPPA-LEPPANecklace dengan bentuk dan bahan yang sama dengan laki-laki. Bedanya dengan laki-laki, mungkin karena tidak ada kalung mata ata sebagaimana tercantum dalam borgot. Jumlah rangkainnya juga berbeda dan cenderung lebih pendek.5. ABAKBelts rantai dan sebelumnya terbuat dari perak, tetapi juga umum digunakan sarung topikal diikat untuk memperkuat posisi sidosdos topikal dan mempercantik penampilan, dan juga menjelaskan otoritas dan kehadiran.6. Rabbi MundukThe pisau terbuat dari jenis besi dengan ujung pisau kecil melingkar ke atas, pegangan (sukul) terbuat dari jenis kayu berkualitas tinggi, terukir dan emas atau perak ujung-ujungnya penuh.7. PAPURENA jenis rajutan atau anyaman pandan sumpit daun dilapisi dengan api-api (manik-manik). Sama dengan sumpit pria juga dicampur merah.8. kotak CULAPAHSmall mana tembakau dengan bahan bdari terbuat dari emas, perak atau baking sheet atau ornamen diukir menurut Gerga Pakpak yang ada. Ukurannya sekitar 6 x 8 cm.9. TOMBOL EmmasStuds putaran (melingkar) tapi dengan lubang di tengah. Radius sekitar 3-4 cm. Terbuat dari emas, perak atau emas berlapis logam. Fungsinya sebagai hiasan, dan menutupi tombol yang sebenarnya. Yang umumnya tidak berfungsi sebagai kancing dalam arti bahwa pada kenyataannya, hanya aksesori belaka.

3. Batak simalungun

 

Batak tradisional Kain Simalungun disebut HIOU. Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos


Kain tradisional Simalungun disebut Hiou. Tutup kepala yang disebut-man Mutual, penutup kepala wanita disebut Bulang, sedangkan kain atau kain yang dilakukan samping
disebut Suri-suri.








4. Batak Mandailing 




Tradisional untuk pria:

  - Tutup kepala disebut Powerfull, yang merupakan mahkota yang dikenakan Mandailing raja di masa lalu. Bahannya beludru hitam dengan ornamen emas. Hiasan di Ampu tepi memiliki makna: up: selalu ingat pencipta, turun: selalu rendah hati.


- Pakaian Godang berbentuk jaket.
- Sabuk 2 warna keemasan dengan sisipan pisau kecil yang disebut bobat.
- Plain dalam warna emas lengan atas gelang
- Kain samping dari songket.

 



Traditioonal untuk wanita:

- Tutup kepala disebut Bulang, emas dengan beberapa tingkat. Di masa lalu, tingkat hiasan kepala ini menunjukkan jumlah atau jenis hewan yang disembelih saat upacara adat. Ada tiga tingkat hiasan kepala, tapi sekarang hiasan kepala yang dikenakan semua tingkat tiga because've jarang upacara. Hiasan kepala asli terbuat dari emas asli, tapi hiasan kepala yang saat ini digunakan cukup gilding- emas Menutup daerah dada adalah kalung hitam dengan ornamen emas ditambah 2 buah Kaing songket selendang.

- Plain dalam warna emas lengan atas gelang
- Sabuk warna emas dengan pisau kecil menyisipkan 2 juga

5. Batak Karo



Tradisional untuk pria:

Hal ne yang menjadi ciri khas tradisional wanita gaun karo adalah tutup kepala yang unik. Terbentuk dari Uis Jung-Jungen kain atau kain buluh Beka bergaris hitam merah, dihiasi layang-layang sortali dan anting-anting kodang-kodang.

Traditioonal untuk wanita:

   Sementara pakaian adat pria memakai tutup kepala berupa cap-hiasan kepala hiasan kepala juga terbuat dari kain beka buluh merah, tersandang di bahunya, serta aksesori yang bernama rudang-rudang melekat tutup kepala. Lengan panjang kebaya merah sering menjadi pilihan gaun pengantin Karo wanita dengan kain dibungkus Ulos bawah tiga lapisan.


6. Batak Nias


Kustom pakaian suku Nias disebut New Oholu untuk pakaian laki-laki dan Õröba Si'öli untuk pakaian wanita. Pakaian tradisional biasanya berwarna emas kuning atau dikombinasikan dengan warna lain seperti hitam, merah, dan putih. Filosofi warna itu sendiri, antara lain:
  •       Warna kuning dikombinasikan dengan pola persegi panjang (Ni'obakola) dan kapas pola bunga (Ni'obowo gafasi) sering digunakan oleh kaum bangsawan untuk menggambarkan kemuliaan kekuasaan, kekayaan, kemakmuran dan kebesaran.
  •       Warna merah dikombinasikan dengan pola segitiga (Ni'ohulayo / ni'ogöna) sering dipakai oleh tentara untuk menggambarkan darah, keberanian dan kemampuan para prajurit.
  •      Warna kembali sering dipakai oleh petani menggambarkan situasi kesedihan, keberanian dan kewaspadaan.
  •       Warna putih sering dipakai oleh para pemimpin agama kuno (Ere) menggambarkan kesucian, kemurnian dan perdamaian.